Bahasa Indonesia | English 
       
       
  • Halaman Utama
  • Tentang Kami
  • Mitra
  • Publikasi
  • Berita Kegiatan
  • Bidang Dukungan
  • Pranala Luar
  • Lebih Dekat
  • Kontak Kami

 

 

 

BERITA TERKINI
East Nusa Tenggara Signed Agreement to Accelerate MDGs Achievement
The Governor of East Nusa Tenggara (ENT), Mr. Frans Lebu Raya, along ...
selengkapnya

Women Members Need More Support, Two Studies Show
  ...
selengkapnya

iKNOW Politics: Knowledge for Women in Politics
On May 15 2010, the UNDP Deepening Democracy cluster supported the launch ...
selengkapnya

BID. DUKUNGAN
Gender Mainstreaming at the Parliament
The simplified definition of gender is the difference between men and women ...
selengkapnya

Pengarusutamaan Gender di Parlemen
Gender secara sederhana diartikan sebagai perbedaan perempuan dan laki-laki dari segi fungsi, ...
selengkapnya

Fasilitas Dukungan Kebijakan
Fasilitas dukungan kebijakan dibenduk untuk mendukung kerja parlemen dengan menyediakan sumber informasi ...
selengkapnya

HIGHLIGHT


TAHUKAH ANDA?
The Governor of East Nusa Tenggara (ENT), Mr. Frans Lebu Raya, along with four House of Regional Representatives members of ENT, Mr. Abraham Paul Liyanto, Mr. Emmanuel Babu Eha, Mrs. Carolina Nubatonis Kondo and Mrs. ...
selengkapnya

 
 
Halaman Utama > Publikasi > Download Publikasi

Ada untuk Membawa Perubahan : Refleksi Pengalaman Perempuan Anggota Parlemen periode 2004-2009
Ada untuk Membawa Perubahan : Refleksi Pengalaman Perempuan Anggota Parlemen periode 2004-2009

Penulis: Adriana Venny

Di Indonesia, semangat untuk meng-implementasikan tindakan afirmatif atau tindakan khusus sementara sudah dimulai dengan meratifikasi CEDAW (Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women) melalui UU RI No. 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita. Sayangnya ketiadaan sanksi yang tegas menyebabkan masih terus rendahnya keterwakilan perempuan di dunia politik. Komisi CEDAW sebagai Komite pengawas pelaksanaan CEDAW di markas PBB, tahun 2007 yang lalu dalam concluding comment-nya (komentar akhir) bahkan turut menyayangkan kecilnya jumlah keterwakilan perempuan di parlemen periode 2004 yang lalu. Dalam concluding comments itu, Komite menulis bahwa mereka kecewa karena tingkat keterwakilan perempuan dalam politik di Indonesia yang sangat rendah dan menyayangkan tidak adanya sanksi atas gagalnya tindakan khusus sementara 30% keterwakilan perempuan di area perpolitikan Indonesia. Hasil kajian ini memuat mengenai refleksi pengalaman para anggota parlemen perempuan di periode 2004-2009 dalam menggalang isu-isu yang sensitif gender dan memperjuangkan tercapainya kuota 30 persen tersebut.

download pdf

 

 

   
   
 
Opportunities · Contact Us · Frequently Asked Questions · Site Map · Copyright & Terms of Use
copyright © parliamentary support programme 2010